Kenapa Developer Perlu Punya Domain Sendiri (Walaupun Murah)
Sebagai developer, punya domain sendiri itu bukan soal gaya-gayaan. Bahkan domain murah seperti .my.id yang harga tahunannya di bawah 50 ribu (bahkan kadang <10 ribu) sudah cukup untuk banyak kebutuhan teknis.
Aku sendiri ngerasa beli domain itu salah satu keputusan kecil yang dampaknya lumayan besar.
1. Custom Email (Kelihatan Lebih Serius)
Dengan domain sendiri, kita bisa punya email seperti:
halo@namadomain.my.id
admin@namadomain.my.id
Manfaatnya:
- Lebih profesional dibanding Gmail/Yahoo
- Cocok buat portfolio, freelancing, atau project pribadi
- Bisa dihubungkan ke layanan gratis/cheap (Zoho Mail, Gmail alias, dll)
Walaupun domain murah, branding tetap naik level.
2. Cloudflare Tunnel (Expose Local Service Tanpa VPS)
Salah satu use case favoritku: Cloudflare Tunnel.
Dengan domain sendiri:
-
Bisa expose service lokal (localhost, NAS, home server)
-
Tidak perlu VPS / public IP
-
HTTPS otomatis
-
Bisa mapping subdomain:
api.namadomain.my.id dev.namadomain.my.id
Cocok buat:
- Testing webhook
- Demo project ke client
- Self-hosted tools (Uptime Kuma, Grafana, dsb)
3. Playground dan Eksperimen Bebas
Domain murah itu enak buat:
- Coba-coba DNS record
- Belajar SSL, redirect, subdomain
- Testing CI/CD
- Hosting project iseng tanpa takut “sayang domain mahal”
Kalau error? Tinggal benerin. Kalau capek? Tahun depan bisa nggak diperpanjang.
4. Portfolio & Personal Branding
Walaupun .my.id termasuk murah, tetap:
- Punya alamat tetap untuk portfolio
- Bisa dipakai di CV / LinkedIn
- Lebih gampang diingat daripada URL random
Daripada:
https://random-hosting-123.vercel.app
Lebih enak:
https://namakamu.my.id
5. Murah Tapi Fungsional
Realistis aja:
- Nggak semua project butuh
.com - Untuk personal dev blog / tools internal, domain murah sudah lebih dari cukup
- Fungsi teknisnya sama: DNS, email, SSL, subdomain
Kesimpulan
Beli domain murah itu:
- ❌ Bukan buang-buang uang
- ✅ Investasi kecil buat learning & convenience
- ✅ Kepake banget buat developer sehari-hari